• Novi Amaliyah

Mengenal Cabya, Perasa Pedas Asli Indonesia Sebelum Cabai


Cabya (cabai Jawa)
Cabya atau dikenal juga dengan Cabai Jawa

Citarasa pedas bisa dibilang menjadi salah satu ciri khas sebagian besar kuliner Indonesia. Cabai dan sambal memang seolah tak bisa dipisahkan dari budaya kuliner di Indonesia. Cabai dengan dari genus Capsicum berasal dari Meksiko. Ada banyak jenis ragam cabai saat ini, namun yang populer digunakan di Indonesia adalah cabai rawit (Capsicum frustescens), cabai merah, cabai keriting (Capsicum annum L), dan cabai hijau (Capsicum annum var. annum).


Namun, ternyata sebelum cabai dari benua Amerika ini hadir di Indonesia. Orang Indonesia menggunakan Cabya yang juga disebut dengan cabai Jawa atau dalam bahasa Inggris disebut long pepper dengan nama ilmiah Piper Retrofractum Vahl untuk memberikan citarasa pedas.



Berdasarkan sumber Kamus Jawa Kuna-Indonesia dari Zoetmulder dan Robson (1997) serta riset arkeologis Timbul Haryono dalam Inventarisasi Makanan dan Minuman dalam Sumber-Sumber Arkeologi Tertulis (1997) banyak menyebutkan kata cabya dalam beberapa prasasti dan naskah kuno di Jawa dari abad ke-10 M.


Rempah satu ini dianggap sebagai bumbu ini berasal dari genus lada dan sirih-sirihan dan biasa digunakan untuk jamu, yang merupakan minuman herbal tradisional Indonesia yang punya sifat sebagai rempah yang menghasilkan cita rasa pedas untuk mengolah makanan.

Penasaran dengan citarasanya, kamu bisa menggantikan aneka olahan pedas favoritmu dengan cabai Jawa, selain mendapatkan citarasa pedas yang diinginkan kamu juga bisa mendapatkan berbagai manfaat kesehatan dari cabai Jawa yang sudah cukup dikenal luas.