• Novi Amaliyah

Menilik Sejarah Sandwich, Sajian Praktis Roti Berlapis



Sandwich, sajian roti berlapis ini merupakan makanan praktis yang terdiri setangkup roti dengan isian sayur segar seperti selada, potongan tomat dan mentimun ditambah smoked beef, serta keju. Sandwich atau roti lapis ini biasa menjadi makanan pilihan untuk bekal sekolah, bekal makan siang untuk dibawa ke kantor atau makanan untuk piknik. Tambahan kondimen seperti mustard dan mayonnaise juga biasanya ditambahkan untuk memberikan citarasa serta tekstur pada roti lapis itu sendiri.


Meski dikenal sebagai salah satu makanan homemade, sandwich menjadi salah satu menu populer yang dihadirkan di berbagai restoran. Biasanya sandwich disajikan dalam keadaan dingin, maupun hangat. Ada dua jenis sandwich yang biasa disajikan bisa berupa sandwich asin dengan isian daging, keju dan sayuran atau sandwich manis dengan isian selai buah, selai kacang maupun cokelat.


Kata sandwich ini dinamai sesuai nama penemunya, John Montagu, yang merupakan generasi ke-4 dari Earl of Sandwich. The Wall Street Journal menggambarkannya sebagai seseorang yang memberikan kontribusi yang besar pada gastronomi Inggris.

Sejarah Roti Lapis Sandwich

Konsep sandwich modern yang saat ini dijumpai di Barat bisa ditelurusi sejarahnya  yang berasal dari Eropa di Abad ke-18. Sajian ini berupa setangkup roti maupun menyerupai roti dengan isian didalamnya. Namun sebenarnya makanan dengan konsep yang sejenis sudah ada sebelumnya di banyak budaya yang jauh lebih tua di seluruh dunia, jauh sebelum abad ke-18.

Orang Yahudi kuno, Hillel the Elder, konon telah membungkus daging dari domba Paskah dan rempah-rempah  dalam matzah yang lembut. Matzah adalah roti yang rata dibuat tanpa ragi yang dinikmati selama Paskah. Roti pipih dan rata ini dengan jenis yang sedikit berbeda telah lama digunakan untuk membungkus beberapa makanan kecil yang biasa dibawa dalam perjalanan oleh orang-orang di seluruh Asia Barat dan Afrika Utara.


Roti pipih ini menggantikan piring sehingga memudahkan ketika akan dimakan dalam perjalanan. Dari Maroko ke Ethiopia hingga India, roti dipanggang dalam wadah semacam putaran datar yang berbeda dengan tradisi roti di Eropa.


Selama abad pertengahan, roti di Eropa berupa lempengan tebal dari roti kasar dan biasanya basi yang disebut trenchers digunakan sebagai piring. Setelah selesai makan, trenchers direndam makanan kemudian diberikan kepada anjing atau pengemis di meja orang kaya.


Korelasi roti lapis dengan sandwich Inggris juga bisa ditemukan di Belanda pada abad ke-17, dimana seorang naturalis John Ray mengamati dimana kedai-kedai daging sapi yang tergantung di kaso dipotong menjadi irisan tipis  yang kemudian diletakkan di atas roti yang sudah dioles dengan mentega. Di Belanda, sajian ini disebut Dutch broodje belegde, atau open sandwich yang saat itu masih asing di Inggris.


Sandwich awalnya dianggap sebagai makanan yang biasa dijadikan makanan untuk berbagi oleh pria-pria saat bermain kartu dan minum di malam hari. Perlahan, roti lapis mulai muncul di masyarakat berkelas sebagai hidangan larut malam di kalangan bangsawan.


Popularitas sandwich di Spanyol dan Inggris meningkat secara dramatis selama abad ke-19, saat kebangkitan masyarakat industri dan kelas pekerja menjadikan sandwich sebagai makanan praktis  yang mudah dibawa-bawa, dan murah menjadi hal yang terpenting saat itu.


Di London, misalnya, setidaknya tujuh puluh pedagang kaki lima menjual sandwich ham pada tahun 1850. Di Amerika Serikat, sandwich pertama kali dipromosikan sebagai hidangan rumit saat makan malam. Pada awal abad kedua puluh, ketika roti menjadi makanan pokok orang Amerika, roti lapis menjadi jenis makanan cepat saji paling populer sama seperti yang terjadi di Mediterania.

© 2019 yukmakan channel