• Novi Amaliyah

Ngemil Mampu Memperbaiki Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Psikolog


snacking
Survei membuktikan jika ngemil ternyata dapat memperbaiki kesehatan mental

Selama ini ada anggapan kebiasaan ngemil memiliki konotasi yang negatif karena dikaitkan dengan hal-hal yang dapat membayahakan kesehatan salah satunya obesitas. Namun seiring perubahan yang terjadi di masyarakat selama pandemi, ternyata ngemil memiliki dampak yang signifikan bagi kesehatan mental.


Ini terbukti dari hasil survei tahunan yang dipaparkan oleh Mondelez International The State of Snacking 3.0. Dalam survei ini mengungkap sebanyak 93% responden mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental, hasil ini lebih tinggi 18% jika dibandingkan dengan data global. Hasil urvei yang dilakukan Mondelez International bekerjasama dengan The Harris Poll dan Nextatlas menyebutkan bahwa motivasi utama 72% responden dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri (self-reward) dan 94% setidaknya mengonsumsi setidaknya satu porsi camilan untuk kebutuhan harian dan satu porsi untuk kesenangan.


Menanggapi hasil survei ini dan bagaimana peran camilan sebagai hadiah (self-reward) untuk membahagiakan diri, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima M.Psi menjelaskan bagaimana kebutuhan akan ngemil banyak muncul untuk meredam stres dan mencari kenyamanan yang dibutuhkan ketika waktu istirahat atau menyelesaikan pekerjaan, terutama bagi milenial dan Gen Z. Menurutnya tersebut sangatlah mungkin, karena secara biologis perilaku saat mengunyah makanan atau ngemil dapat menyalakan reward system di otak yang menghasilkan hormon bahagia (dopamine).


Menurutnya dengan melakukan self reward seseorang akan merasa senang, sehingga bisa memotivasi diri untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Namun sayangnya, banyak orang yang masih belum terlalu memahami bahwa self reward itu sesuatu yang perlu, tidak egois, tidak lari dari tanggung jawab, dan sebaliknya justru akan meningkatkan kinerja, kesehatan mental, serta fisik.

Saskhya juga menambahkan, bagi kebanyakan orang, self reward adalah kemampuan yang perlu dilatih, sebagai penghargaan untuk diri sendiri setelah melakukan suatu hal yang menjadi tujuan atau target, sehingga menerapkan momen pengingat seperti jam ngemil dapat menjadi salah satu cara untuk melatih keterampilan self reward.