• Maria Yuliana Kusrini

Pesona Mi yang Memikat


Sampai saat ini masih menjadi perdebatan tentang negara mana yang pertama kali menemukan mi. Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta. Meskipun begitu, tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, dan diperkirakan berusia 4.000 tahun yang ditemukan di daratan Cina. Penemuan ini menjadi bukti, bahwa penduduk Cina modern adalah yang pertama membuat mi.


Awalnya, seni menggiling gandum telah lebih dulu berkembang di Timur Tengah seperti Mesir dan Persia. Logikanya mi juga bermula dan berkembang di sana, bermula dari lembaran-lembaran tipis menyerupai mi. Mi diproduksi secara manual pada tahun 700-an, sejarah mencatat terciptanya mesin pembuat mi berukuran kecil dengan menggunakan alat mekanik. Evolusi pembuatan mi berkembang secara besar-besaran setelah T. Masaki pada tahun 1854 berhasil membuat mesin pembuat mi mekanik yang dapat memproduksi mi secara massal. Sejak saat itu mi mengalami banyak perkembangan seperti Cina mulai memproduksi mi instan yang dikenal dengan nama Chicken Ramen dan di Jepang muncul Saparo Ramen.


Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebutnya pasta (dalam bahasa Italia), orang Amerika menyebutnya noodle (dalam bahasa Inggris), dan berbeda di tiap negara. Untuk bahan bakunya pun bermacam-macam, seperti di Eropa bahan mi menggunakan gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya campuran bahan baku, asal-usul tepung, serta teknik dalam pengolahan.


Dalam budaya Cina, mi adalah simbol sebuah kehidupan yang panjang dan berliku. Oleh karenanya, mi tradisional sering disajikan pada acara ulang tahun dan Imlek yang dipercaya sebagai lambang panjang umur. Sehingga di Cina, kue ulang tahunnya adalah mi. Di Jepang, mi dimasukkan ke dalam upacara minum teh dan membuat mi dianggap sebagai seni tersendiri di sana. Bahkan setelah perang dunia ke II, mi dianggap menjadi lebih penting di Jepang karena ketika kekurangan makanan hanya mi kering yang tersedia.


Selain harganya relatif murah dan praktis dalam mengolahnya, mi juga mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Di dalam 100 gr mi kering terkandung 338 Kal, protein 7.6 gr, lemak 11.8 gr, karbohidrat 50.0 gr, mineral 1.7mg, dan kalsium 49 mg. Dilihat dari kandungan gizinya, mi rendah akan kandungan kalorinya sehingga cocok untuk orang yang sedang menjalani diet rendah kalori.




© 2019 yukmakan channel