• Novi Amaliyah

Sejarah Tahu, Makanan Populer Asia Sejak Dinasti Han


Tahu adalah salah satu makanan yang sangat populer di hampir seluruh Asia. Tahu pertama kali digunakan di Tiongkok lebih dari 2000 tahun yang lalu. Para ahli percaya bahwa produksi tahu sudah dimulai sekitar Dinasti Han atau berkisar 206-220 SM. Dari Cina, tahu kemudian diperkenalkan ke Korea dan mencapai Jepang sekitar abad ke-8 M.


Konon menurut salah satu legenda Tiongkok, tahu ditemukan ketika seorang juru masak memutuskan untuk bereksperimen dengan membumbui kedelai yang dimasak dengan senyaa nigari. Nigari adalah unsur natural dari sari laut yang mengandung magnesium chloride. Dia akhirnya membuat tahu dan nigari sering digunakan dalam produksi tahu hingga hari ini.

Selain cerita tentang asal muasal tahu ini, ada banyak macam cerita tentang bagaimana tahu diciptakan. Salah satu contoh dan favorit adalah tentang seorang pria yang sangat mencintai orang tuanya tetapi mereka telah menjadi tua dan kehilangan fungsi gigi mereka. Mereka hanya bisa makan makanan lunak sehingga pria itu memutuskan untuk memasak kacang kedelai untuk orang tuanya.


Karena gigi orang tuanya sudah tidak berfungsi, dia mencampurkan kedelai dan membuatnya seperti sup. Orang tuanya mencicipi sedikit sup kedelai dan meludahkannya karena terlalu banyak remah kedelai di dalam sup. Orangtuanya masih tidak suka dengan sup ini karena dianggap tidak berasa. Kemudian dia menambahkan sedikit garam ke dalam sup kedelai dan memanaskannya lagi.


Karena supnya terlalu panas, dia membiarkannya menjadi dingin dan setelah dingin dia menemukan sup itu menjadi seperti jelly dan membeku. Dia sangat penasaran sehingga dia merasakan dan benar-benar terkejut dengan rasa dan teksturnya. Dia menyajikan sebagian dari "jelly kedelai" ini kepada orang tuanya, mereka menyukainya dan beginilah tahu ditemukan.



Tahu Dalam Budaya Barat

Dalam budaya Barat, ada cukup banyak stigma terhadap makanan satu ini. Banyak orang yang tidak tahu cara memasak tahu yang benar sehingga sebagian orang Barat menganggap tahu sebagai makanan yang terlihat menjijikan. Padahal jika mengerti bagaimana mengolah tahu yang benar tahu bisa menjadi sajian yang lezat.


Kini setelah orang-orang Barat sadar dengan kesehatan dan banyak yang menerapkan diet dengan bahan makanan berbahan nabati, tahu menjadi salah satu dalam daftar makanan mereka. Tahu hampir tidak mengandung kalori, di budaya Timur banyak wanita mengonsumsi tahu untuk membantu mereka menurunkan berat badan. Tahu juga mengandung protein tingkat tinggi dan tinggi zat besi dan magnesium.


Ada banyak jenis produk tahu termasuk Douhua yang merupakan salah satu makanan penutup dalam masakan Cina atau di Indonesia dikenal dengan kembang tahu yang disajikan dengan wedang jahe hangat. Proses pembuatan tahu memiliki banyak kesamaan dengan pembuatan keju. Koagulan digunakan untuk mengental susu kedelai dan dadihnya kemudian ditekan menjadi balok padat. Beberapa jenis koagulan digunakan, dari nigari hingga kalsium sulfat.

© 2019 yukmakan channel