• Novi Amaliyah

Sejarah Terciptanya Fortune Cookies


Kamu pasti pernah mencicipi fortune cookies atau kue keberuntungan. Hampir setiap bersantap di restoran Cina ditutup dengan menikmati fortune cookies atau kue keberuntungan sebagai penutup. Suguhan cookies renyah dengan bentuk terlipat dengan pesan khusus di dalamnya. Tapi tahukah kamu jika kue renyah satu ini ternyata bukan berasal dari Cina sama sekali. Faktanya, kue keberuntungan modern pertama kali muncul di California pada awal 1900-an. Ada beberapa perbedaan tentang siapa yang sebenarnya menemukan kue keberuntungan ini.

Kontroversi Penemu

Sebagian besar sumber mengaitkan kue keberuntungan dengan Makoto Hagiwara atau David Jung. Dari keduanya, Hagiwara tampaknya memiliki klaim yang lebih kuat. Hagiwara adalah seorang imigran Jepang yang menjabat sebagai pengurus resmi Kebun Teh Jepang di San Francisco sejak 1895, Hagiwara mulai menyajikan kue di Kebun Teh antara 1907 dan 1914. Kue ini terbuat dari senbei Jepang, semacam wafer nasi panggang. Menurut beberapa sumber, cookie tersebut berisi ucapan terima kasih, bukan keberuntungan, dan mungkin merupakan cara Hagiwara untuk berterima kasih kepada publik karena dia dipekerjakan kembali setelah sempat dipecat oleh seorang Walikota yang rasis.

Sementara itu, David Jung seorang penduduk Kanton, China, berimigrasi ke Los Angeles dan pada tahun 1916 ia mendirikan Perusahaan Mie Hong Kong. Dia mengaku telah menemukan kue keberuntungan sekitar tahun 1918, membagikan kue panggang yang diisi dengan ayat-ayat kitab suci yang menginspirasi kepada para pengangguran. Namun, tidak ada dokumentasi yang menunjukkan bagaimana dia mendapatkan ide tersebut.


Pada tahun 1983, San Francisco Court of Historical Review mengadakan persidangan untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya. Pengadilan memihak Hagiwara dan memutuskan bahwa San Francisco adalah tempat kelahiran kue keberuntungan yang menjadi populer ini.


Teori lain juga menyebutkan kue keberuntungan ditemukan oleh orang Jepang-Amerika yang tinggal di Los Angeles. Klaim dari pemilik Fugetsu-Do, sebuah toko roti yang dimiliki dan dioperasikan oleh keluarga di distrik Little Tokyo di pusat kota Los Angeles. Menurut keluarga Kito, ide kue keberuntungan berawal dari kakek mereka, Seiichi Kito, yang mendirikan Fugetsu-do pada tahun 1903. Sementara penganan tersebut dengan cepat menjadi terkenal karena mochi-nya. Pada suatu saat Kito mulai membuat kue keberuntungan dan menjualnya ke restoran Cina. Pengunjung toko masih dapat melihat cetakan kue keberuntungan asli yang dipajang di jendela toko bertulis collecting dust and memories.


Konon Kito terinspirasi dari omi-kuji, doa keberuntungan yang ditulis pada secarik kertas yang ditemukan di kuil Buddha Jepang. Saat ini kamu bisa menemukan omikuji-senbei atau biskuit keberuntungan yang dijual di toko roti di Jepang. Tapi dari mana inspirasi pesan di dalam kue keberuntungan zaman modern ini berasal?


Terlepas dari kenyataan bahwa kue keberuntungan terbukti sama populernya di China. Setiap musim gugur tepatnya tanggal 15 bulan kedelapan dalam kalender Cina, orang Cina merayakan Festival Bulan Pertengahan Musim Gugur. Bagaimana anak-anak mendengar cerita legenda pada abad ke-14, orang Cina mengusir penjajah Mongol dengan menyembunyikan pesan di Kue Bulan yang tidak disukai orang Mongol.


Pada malam Festival Bulan Pertengahan Musim Gugur, para pemberontak menyerang dan menggulingkan pemerintah, yang mengarah pada pembentukan Dinasti Ming. Saat ini kue bulan tidak berisi pesan, tetapi beberapa percaya bahwa selama pembangunan jalur rel kereta api Amerika pada tahun 1850-an, para pekerja kereta api China datang dengan kue bulan pengganti yang tidak dapat mereka beli dengan biskuit buatan sendiri dengan pesan keberuntungan di dalamnya.

Seperti legenda kue bulan, tidak ada bukti untuk cerita ini. Dan, berkat usaha keras dari peneliti Jepang Yasuko Nakamachi, kita sekarang tahu bahwa pada waktu yang hampir bersamaan para pekerja kereta api Tiongkok sedang membangun rel, tsujiura senbei, kue beras yang berisi kertas keberuntungan yang dibuat di kuil Hyotanyama Inari di luar Kyoto di Jepang.


Menurut buku Jennifer 8. Lee, The Fortune Cookie Chronicles, Nakamachi menemukan ilustrasi dalam buku tahun 1878 yang menunjukkan seorang pria memanggang tsujiura senbei di luar kuil. Jadi, darimana sebenarnya kue keberuntungan ini berasal? Pada titik ini, bobot bukti sejarah tampaknya setuju dengan seorang pria yang diwawancarai untuk film, "The Killing of a Chinese Cookie", yang menyatakan, "Orang Jepang yang menemukan kue keberuntungan, orang China mengiklankannya, dan orang Amerika mencicipinya dan menjadikan kue keberuntungan ini menjadi populer”.

© 2019 yukmakan channel