top of page

The Papandayan Jazz Fest 2026 Ke-11 Usung Tema 'Sound to the Soul'

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
2 jam yang lalu
4 menit membaca

Di tahun 2026 ini, The Papandayan Jazz Fest (TPJF) akan kembali dihadirkan di The Papandayan Hotel Bandung pada tanggal 3-4 Oktober 2026. TPJF merupakan salah satu agenda tahunan dari The Papandayan Hotel Bandung sebagai festival musik yang secara konsisten mengembangkan ekosistem jazz di Indonesia.


Selama lebih dari satu dekade, TPJF tidak hanya menjadi panggung pertunjukan musik semata. Lebih dari itu, TPJF telah menjadi bagian dari perjalanan panjang TP Jazz dalam membangun ruang bagi musisi, komunitas, dan penikmat jazz untuk bertemu, berkolaborasi, serta berkembang bersama. Melalui berbagai program sepanjang tahun seperti TP Jazz on The Weekend, The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC), TP Jazz Universe, hingga TP Podcast Resonance, TP Jazz terus berupaya menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas jangkauan musik jazz kepada masyarakat yang lebih luas. 




Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, TPJF 2026 mengusung tema “Sound to the Soul” dengan menbawa lebih banyak program berbasis jazz, kolaborasi eksklusif, serta pengalaman festival yang semakin beragam bagi para penikmat musik. Tahun ini, komitmen itu diwujudkan melalui kurasi festival yang semakin kuat dengan sekitar 70 persen program dengan penampil yang berasal dari spektrum jazz. Mulai dari traditional jazz, contemporary jazz, fusion, hingga berbagai eksplorasi lintas genre yang berkembang saat ini. 


"Menjaga identitas jazz dan memperluas audiens jazz merupakan dua hal yang selaras. Keduanya harus berjalan beriringan. Karena itu pada tahun ke-11 ini, kami senantiasa memperkuat fondasi jazz TPJF, di samping menghadirkan berbagai bentuk kolaborasi yang membuka ruang lebih luas bagi banyak orang untuk datang, menikmati festival, dan diharapkan pada akhirnya semakin dekat dengan musik jazz itu sendiri. Bagi kami, keberlanjutan musik jazz tidak cukup hanya dengan dirayakan saja, tetapi juga harus terus menerus diperkenalkan pada generasi dan para pendengar baru,"ujar Bobby Renaldi selaku Founder TP Jazz Management.


Ada berbagai program spesial yang menjadi highlight TPJF 2026. Salah satunya adalah kolaborasi Barry Likumahuwa bersama para pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC). Pertemuan antara salah satu musisi jazz paling berpengaruh di Indonesia dengan generasi baru ini menjadi simbol regenerasi sekaligus keberlanjutan ekosistem jazz yang terus dibangun oleh TP Jazz. Sosok Rieka Roslan juga akan turut memeriahkan TPJF bersama dengan grup Lalahuta yang akan tampil di BRI Stage di hari pertama festival.


"Pokoknya wajib datang pakai sepatu yang nyaman, karena kita akan full berdiri. Kita akan joget, nyanyi bareng, dan pastinya akan bersenang-senang bersama. Buat saya, TP Jazz selalu menjadi alasan yang menyenangkan untuk kembali ke Bandung dan tidak akan pernah saya lewatkan. Ada banyak kenangan dan karya yang lahir di kota ini, termasuk di masa SMA saya. Istimewanya lagi, TP Jazz selalu memberikan kepercayaan pada musisi untuk bereksplorasi. Tidak pernah bertanya mau membawakan apa atau terlalu banyak mengatur soal konsep atau materi yang akan dibawakan. Sebaliknya, kami diberi ruang untuk menghadirkan pertunjukan yang paling jujur dan terbaik menurut versi kami sebagai musisi," ujar Rieka Roslan yang turut hadir di acara konferensi pers di The Club, Jakarta Pusat.



TPJF 2026 juga akan menghadirkan sejumlah proyek kolaboratif eksklusif yang hanya dapat disaksikan di festival tahun ini. Salah satunya melalui 'Tribute to Koes Plus' yang dibawakan oleh 'The Gentlemen’s Club' yang terdiri dari Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra. Mereka akan membawakan interpretasi baru terhadap karya-karya legendaris Koes Plus, sekaligus mempertemukan warisan musik Indonesia dengan perspektif generasi masa kini. 


Di sisi lain, pecinta jazz akan dimanjakan proyek istimewa 'A Night of Frank Sinatra'. Proyek ini mempertemukan Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra dalam sebuah eksplorasi musikal yang merayakan karya-karya ikonik Frank Sinatra melalui aransemen dan interpretasi yang segar. Tak hanya itu saja, ada juga 'Freedom Jazz Society', sebuah kolaborasi yang mempertemukan Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan bersama Rinni Wulandari. Untuk pertama kalinya di TPJF, kultur DJ dan semangat improvisasi jazz dipertemukan dalam satu panggung demi hadirkan pengalaman musikal yang unik dan relevan dengan perkembangan musik masa kini.


TPJF 2026 pun dimeriahkan puluhan musisi dan kolaborasi spesial. Mulai dari Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, SimakDialog, Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz, Batavia Collective, Rafi Sudirman, T-Five x Melly Mono, Reyharp feat. Balawan Project, Arumtala, Ambon Jazz Rock by Barry Likumahuwa, serta berbagai musisi dan komunitas lainnya. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pelaku musik Indonesia, TPJF 2026 juga akan menganugerahkan TPJF Lifetime Achievement Award kepada BIMBO yang telah berkarya dan menginspirasi lintas generasi selama lebih dari lima dekade. 


Selain menghadirkan musik, TPJF 2026 juga memperkuat unsur budaya melalui Mojang Jajaka Stage di Tropical Garden. Berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung serta Mojang Jajaka Kota Bandung, panggung ini menghadirkan perpaduan musik, budaya, dan identitas kreatif Kota Bandung dalam suasana yang intim dan khas. Selain itu, juga hadirkan Pasar Jazz sebagai sebuah ruang kreatif yang menggabungkan bazar komunitas, seni, dan kuliner. Pasar Jazz berlokasi di area parkir The Papandayan Hotel Bandung yang akan diramaikan oleh tenant kuliner, produk kreatif, fashion, hingga berbagai aktivitas komunitas. 



Selama dua hari penyelenggaraan, TPJF 2026 akan menghadirkan pengalaman festival yang tersebar di enam area berbeda dengan karakter dan kurasi program yang unik. Sebagai panggung utama, Kota Baru Parahyangan Stage berlokasi di Suagi Grand Ballroom yang akan menjadi rumah bagi berbagai penampilan unggulan dan proyek kolaborasi spesial. Sementara itu, BRI Stage di HuruBatu Grill Garden dan RON88 Stage di Cimanuk Ballroom akan menghadirkan beragam eksplorasi jazz, fusion, soul, dan musik kontemporer. Pengunjung juga dapat menikmati program edukasi dan penampilan musisi muda di TP Stage. Untuk pengalaman budaya di Mojang Jajaka Stage yang ada di Tropical Garden serta berbagai aktivitas komunitas, kuliner, dan produk kreatif di Pasar Jazz di kawasan parkir hotel.


Ada tiga kategori tiket TPJF 2026 yang ditawarkan, yaitu Silver Pass, Gold Pass, dan Platinum Pass. Untuk tiket Silver Pass memberikan akses harian ke lima area festival, yaitu Pasar Jazz, RON88 Stage, TP Stage, Mojang Jajaka Stage, dan BRI Stage dengan harga Rp 250.000,- per satuannya. Sementara Gold Pass memberikan akses ke seluruh area festival termasuk Kota Baru Parahyangan Stage sebagai panggung utama dengan harga Rp 400.000,- per tiket. Sedangkan, bagi pengunjung yang ingin menikmati seluruh rangkaian festival selama dua hari, tersedia Platinum Pass dengan akses penuh ke seluruh panggung selama dua hari yang ditawarkan dengan harga Rp 750.000,- per tiketnya. 


TPJF 2026 juga menghadirkan berbagai program promosi bagi pengunjung. Mulai dari diskon 25% untuk pemegang kartu Bank BRI, promo grup untuk pembelian tiket bersama, serta paket Stay & Fest yang menggabungkan pengalaman menginap di The Papandayan Hotel Bandung dengan tiket festival. Informasi lengkap mengenai tiket dan program promosi dapat diakses melalui tpjazzfest.com dan akun Instagram @tpjazzfest.


Komentar


bottom of page